مسند الكوفيين
مسند أحمد ١٨٧٦٧
KITAB MUSNAD PENDUDUK KUFFAH
"Tidak ada yang lebih sabar atas suatu hinaan daripada Allah 'azza wajalla. Mereka mengaku-ngaku bahwa Allah punya anak (iaitu kaum Kristian), namun Allah tetap memberi mereka kesehatan dan rezeki."
ISNAD SAHIH MENURUT SYUA'IB AL-ARNA'UTH
*******************************************************************************
HADIS BERKAITAN
التوحيد
بَابُ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو القُوَّةِ المَتِينُ} [الذاريات: 58]
صحيح البخاري ٦٨٣٠
KITAB TAUHID
Bab Firman Allah Ta'ala: {Dialah (Allah) sang pemberi rezeki yang memiliki segala kekuatan}
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan dari Abu Hamzah dari Al A'masy dari Sa'id bin Jubair dari Abu 'Abdurrahman assulami dari Abu Musa Al asy'ari berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang pun yang lebih bersabar atas gangguan yang didengarnya daripada Allah, ada manusia mengaku Allah mempunyai anak (yaitu orang nashrani), namun Allah masih juga memberi mereka kesehatan dan rezeki."
Oneness, Uniqueness of Allah (Tawheed)
Chapter: “Verily Allah is the All-Provider, Owner of Power, the Most Strong.”
The Prophet (ﷺ) said, "None is more patient than Allah against the harmful and annoying words He hears (from the people): They ascribe children to Him, yet He bestows upon them health and provision .
In-book reference : Book 97, Hadith 8
USC-MSA web (English) reference : Vol. 9, Book 93, Hadith 475
(deprecated numbering scheme)
*************************************************************************
صفة القيامة والجنة والنار
لا أحد أصبر على أذى من الله عز وجل
صحيح مسلم ٥٠١٧
KITAB SIFAT HARI KIAMAT, SURGA DAN NERAKA
Bab Tidak ada yang lebih sabar dalam menerima gangguan selain Allah
Characteristics of the Day of Judgment, Paradise, and Hell
Chapter: The Disbelievers
Abdullah b. Qais reported from Allah's Messenger (ﷺ) that none is more forbearing in listening to the most irksome things than Allah, the Exalted. They associate rivals with him, attribute sonhood to Him, but in spite of this He provides them sustenance, grants them safety, confers upon them so many things.
Reference : Sahih Muslim 2804c
In-book reference : Book 52, Hadith 36
USC-MSA web (English) reference : Book 39, Hadith 6732
(deprecated numbering scheme)
**************************************************************************
Kita selalu durhaka dan bermaksiat, namun Allah masih menyayangi kita karena tetap masih diberi rezeki.
لَيْسَ أَحَدٌ – أَوْ لَيْسَ شَىْءٌ – أَصْبَرَ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ ، إِنَّهُمْ لَيَدْعُونَ لَهُ وَلَدًا ، وَإِنَّهُ لَيُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih sabar dari bentuk disakiti yang ia dengar selain Allah. Mereka menyatakan bahwa Allah memiliki anak. Meski demikian, Allah masih memaafkan mereka dan tetap memberikan mereka rezeki.” (HR. Bukhari no. 6099 dan Muslim no. 2804, dari Abu Musa). Demikian pelajaran dari Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir rahimahullah.
Namun tetap perkataan “Allah itu punya anak” adalah mungkar.
Ibnu Katsir menyatakan,
وأنه لا إله إلا هو، وأنه لا شريك له، ولا نظير له ولا ولد له، ولا صاحبة له، ولا كفء له، بل هو الأحد الصمد:
وفي كُلّ شَيءٍ له آيةٌ … تَدُل على أنه واحِدُ …
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Allah tidaklah memiliki anak dan istri. Tidak ada yang semisal dengan-Nya. Allah itu Al Ahad Ash Shomad (Maha Esa dan semua makhluk bergantung pada-Nya).
Pada segala sesuatu terdapat ayat (tanda kuasa Allah), itu semua menunjukkan Allah itu Esa.” Demikian dinukil dari Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim.