MeTaLoYaL

tHe diFFErent isnt AlwaYz better But THE besT is always Different..
Showing posts with label Bab Musnad Anas bin Malik (مسند أنس بن مالك). Show all posts
Showing posts with label Bab Musnad Anas bin Malik (مسند أنس بن مالك). Show all posts

Thursday, May 7, 2026

MUSNAD AHMAD 11768 (12214) : MATI BAIK HUSNUL KHATIMAH, MATI BURUK SU'UL KHATIMAH. JANGAN KAGUM DENGAN AMALAN. AMALAN DINILAI DIAKHIR HAYAT



حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمْرِهِ أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ صَالِحٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرِهِ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

ISNAD SAHIH MENURUT SYUA'IB AL-ARNA'UTH

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun, katanya: telah mengkhabarkan kepada kami Humaid daripada Anas bahawa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Tidak mengapa bagi kamu untuk tidak kagum kepada seseorang sehingga kamu melihat dengan apa pengakhiran hidupnya, kerana sesungguhnya seorang yang beramal itu beramal pada suatu masa dalam hidupnya atau pada suatu tempoh dari zamannya dengan amal soleh, sekiranya dia mati dalam keadaan itu nescaya dia masuk syurga, kemudian dia berubah lalu beramal dengan amal yang buruk, dan sesungguhnya seorang hamba itu beramal pada suatu tempoh dari zamannya dengan amal yang buruk, sekiranya dia mati dalam keadaan itu nescaya dia masuk neraka, kemudian dia berubah lalu beramal dengan amal soleh, dan apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba, Dia mempekerjakan dia sebelum kematiannya." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, dan bagaimana Dia mempekerjakan dia?" Baginda bersabda: "Dia memberi taufiq kepadanya untuk melakukan amal soleh kemudian mencabut nyawanya dalam keadaan itu."

**********************************************************************************

Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Humaid dari Anas berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian merasa kagum dengan seseorang hingga kalian dapat melihat akhir dari amalnya, sesungguhnya ada seseorang selama beberapa waktu dari umurnya beramal dengan amal kebaikan, yang sekiranya ia meninggal pada saat itu, ia akan masuk ke dalam surga, namun ia berubah dan beramal dengan amal keburukan. Dan sungguh, ada seorang hamba selama beberapa waktu dari umurnya beramal dengan amal keburukan, yang sekiranya ia meninggal pada saat itu, ia akan masuk neraka, namun ia berubah dan beramal dengan amal kebaikan. Jika Allah menginginkan kebaikan atas seorang hamba maka Ia akan membuatnya beramal sebelum kematiannya, " para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana Allah membuatnya beramal?" beliau bersabda: "Memberinya taufik untuk beramal kebaikan, setelah itu Ia mewafatkannya."


***********************************************************************************

مسند احمد
Musnad Ahmad


مسنَد اَنَسِ بنِ مَالِك رَضِیَ اللَّه عَنه
Musnad of Anas ibn Malik (may Allah be pleased with him)


 حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ ، أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ ، عَنْ أَنَسٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْجَبُوا بِأَحَدٍ حَتَّى تَنْظُرُوا بِمَ يُخْتَمُ لَهُ ، فَإِنَّ الْعَامِلَ يَعْمَلُ زَمَانًا مِنْ عُمْرِهِ ، أَوْ بُرْهَةً مِنْ دَهْرِهِ ، بِعَمَلٍ صَالِحٍ ، لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا سَيِّئًا ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ الْبُرْهَةَ مِنْ دَهْرٍ بِعَمَلٍ سَيِّئٍ ، لَوْ مَاتَ عَلَيْهِ دَخَلَ النَّارَ ، ثُمَّ يَتَحَوَّلُ فَيَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا ، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ " ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَكَيْفَ  يَسْتَعْمِلُهُ ؟ ، قَالَ : " يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ، ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ
 " .

It is narrated from Hazrat Anas (may Allah be pleased with him) that the Prophet (peace and blessings be upon him) said: Do not be amazed at anyone until you see what his end is like, because sometimes a person spends his whole life or a long period in good deeds, so that if he were to die in that state, he would enter Paradise. But then a change occurs in him and he becomes involved in sins. Similarly, a man remains involved in such sins for a long time that if he were to die in that state, he would enter Hell, but then a change occurs in him and he becomes engaged in good deeds. And when Allah Almighty intends good for a servant, He uses him before his death. The Companions (may Allah be pleased with them) asked: How does He use him? The Prophet (peace and blessings be upon him) said: "He grants him the ability to do righteous deeds before he dies, then He takes his soul."


Hadith Reference مسند احمد / مسند المكثرين من الصحابة / 12214
Hadith Grading حکم دارالسلام: إسناده صحيح

******************************************************************************


“Janganlah kalian terkagum dengan amalan seseorang sampai kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan yang shalih, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk surga. Akan tetapi, ia berubah dan mengamalkan perbuatan jelek. Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan suatu amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi, ia berubah dan beramal dengan amalan shalih. Oleh karenanya, apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum ia meninggal.” Para sahabat bertanya,“Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yaitu memberikan ia taufik untuk beramal shalih dan mati dalam keadaan seperti itu.” 

(HR. Ahmad, 3: 120, 123, 230, 257 dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah 347-353 dari jalur dari Humaid, dari Anas bin Malik. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Tahqiq Musnad Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat shahih Bukhari – Muslim. Lihat pula Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1334, hal yang sama dikatakan oleh Syaikh Al-Albani)


https://rumaysho.com/13187-amalan-tergantung-pada-akhirnya.html

Saturday, May 18, 2024

MUSNAD AHMAD 13310 (3:266) : AMALAN PARA SAHABAT TIADA TANDINGAN, JANGAN MENCELA SAHABAT NABI [KHALID BIN AL WALID "BERTENGKAR" DENGAN ABDUR RAHMAN BIN AUF]


باقي مسند المكثرين
مسند أنس بن مالك رضي الله عنه

مسند أحمد ١٣٣١٠

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ بَيْنَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ وَبَيْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ كَلَامٌ فَقَالَ خَالِدٌ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ تَسْتَطِيلُونَ عَلَيْنَا بِأَيَّامٍ سَبَقْتُمُونَا بِهَا فَبَلَغَنَا أَنَّ ذَلِكَ ذُكِرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ دَعُوا لِي أَصْحَابِي فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنْفَقْتُمْ مِثْلَ أُحُدٍ أَوْ مِثْلَ الْجِبَالِ ذَهَبًا مَا بَلَغْتُمْ أَعْمَالَهُمْ

KITAB SISA MUSNAD SAHABAT YANG BANYAK MERIWAYATKAN HADITS
Bab Musnad Anas bin Malik Radliyallahu 'anhu


Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Abdul Malik telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Humaid At Thawil dari Anas berkata: Telah terjadi adu mulut antara Khalid bin Al Walid dengan Abdur Rahman bin 'Auf. Lalu Khalid berkata kepada Abdur Rahman bin 'Auf, "Sungguh anda merasa lebih unggul terhadapku karena anda lebih dahulu masuk Islam sekian hari sebelum ku, anda harus tahu, aku telah mendengar berita bahwa kasus ini sudah sampai ke nabi shallalahu'alaihi wasallam lalu beliau bersabda: "Biarkan saja para sahabat ku, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian menginfaqkan emas segunung Uhud, atau emas sebesar gunung, kalian tidak akan bisa menyamai amalan mereka".

ISNAD SAHIH MENURUT SYUA'IB ARNAUTH


*************************************************

Jangan cela sahabat Nabi

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,

كَانَ بَيْنَ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ وَبَيْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ كَلاَمٌ فَقَالَ خَالِدٌ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ تَسْتَطِيلُونَ عَلَيْنَا بِأَيَّامٍ سَبَقْتُمُونَا بِهَا. فَبَلَغَنَا أَنَّ ذَلِكَ ذُكِرَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « دَعُوا لِى أَصْحَابِى فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنْفَقْتُمْ مِثْلَ أُحُدٍ أَوْ مِثْلَ الْجِبَالِ ذَهَباً مَا بَلَغْتُمْ أَعْمَالَهُمْ

“Saat itu terjadi pembicaraan kurang harmonis antara Khalid bin Walid dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf, hingga Khalid berkata kepada ‘Abdurrahman, “Kalian bersikap sombong terhadap kami terkait peristiwa-peristiwa yang lebih dahulu kalian alami daripada kami!” Kejadian itu pun disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, “Demi yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud (atau seperti gunung), maka kalian tetap tidak mampu menyamai amal-amal mereka.” 

(HR. Ahmad, 3:266. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).